Kamis, 20 Mei 2010

HUBUNGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN RENANG 50 M GAYA DADA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Oahraga berkembang berdasarkan tujuannya, yaitu sebagai olahraga prestasi, kesehatan dan rekreasi (Kasiyo, 1980:11). Khusus untuk olahraga prestasi, di butuhkan beberapa komponen kondisi fisik, komponen kondisi fisik yang dominan dibutuhan tergantung pada cabang itu sendiri. Olahraga renang merupakan salah satu olahraga yang dimanfaat untuk mengukir prestasi. Salah satu nomor renang yang dipertandingkan adalah gaya dada 50 meter, pada nomor ini dibutuhkan kecepatan. Karena jarak yang ditempuh pendek, maka salah satu faktor yang mendukung untuk cepat sampai finis adalah daya ledak otot tungkai.
Daya ledak merupakan salah satu dari komponen biomotorik yang penting dalam kegiatan olahraga (Arsil, 1999:71). Daya ledak otot yang akan dibutuhkan kembali kepada cabang olahraga itu, seperti halnya renang daya ledak otot yang paling dominan digunakan adalah daya ledak otot tungkai, Daya otot (muscular power) kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya (M. Sajoto, 1995:8). Jadi daya ledak otot tungkai adalah kemampuan otot tungkai yang dikerahkan dalam waktu yang singkat.
Oleh karena itu penulis berkeingian untuk meneliti, apakah ada hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan renang. Rencana penelitian ini diangkat dengan judul penelitian: Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Kecepatan Renang 50 M Gaya Dada Pada Atlet Renang Putra FIK UNP 2010

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di ungkapkan, dapat ditemukan beberapa masalah. Yaitu
1. Apakah ada hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan renang 50 m gaya dada ?
2. Factor-faktor yang mempengarui daya ledak otot tungkai.?
3. Bagaimana cara meningakatkan daya ledak otot tungkai.?

C. Batasan masalah
Untuk menghindari agar tidak meluasnya pembahasan, maka penelitian ini dibatasi dengan: “Hubungan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan renang 50 m gaya dada pada atlet renang putra FIK UNP”.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka permasalahan ini dapat dirumuskan, Apakah ada Hubungan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan renang 50 m gaya dada pada atlet renang putra FIK UNP”.

E. Pembahasan
Daya Ledak Otot Tungkai
Daya ledak merupakan salah satu dari komponen biomotorik yang penting dalam kegiatan olahraga (Arsil, 1999:71). Daya otot (muscular power) kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya (M. Sajoto, 1995:8).
Jadi daya ledak otot tungkai adalah kemampuan otot tungkai yang dikerahkan dalam waktu yang singkat. Daya ledak merupakan gabungan unsur kondisi fisik, yaitu kekuatan dan kecepatan. Semakin kuat dan cepat otot tungkai bekerja maka semakain bagus daya ledak otot tungkai sesorang/atlet, dengan bagusnya daya ledak otot tungkai, maka apapun gerakan/kegiatan yang berhubungan dengan daya ladak otot tungkai dapat dilakukan dengan maksimal, tentunya hasilnya menjadi lebih baik.
Olahraga Renang
Renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air. Olahraga ini dapat dilakukan mulai dari anak kecil sampai dengan orang tua. Olaraga renang merupakan salah satu olahraga yang dapat di pertandingkan, olahraga renang ini sama seperti olahraga lain yang memiliki kategori/nomor, salah satunya adalah nomor 50 m gaya dada.
Renang gaya dada adalah gaya yang pertama-tama dipelajari oleh kebanyakan orang pada waktu mereka mulai belajar berenang. Gaya dada sering dikatakan juga gaya katak, hal ini disebabkan karena ada kesamaan pada gerakan tungkainya. Keberhasailan dalam gaya dada salah satunya ditentunkan oleh gerakan menendang (Chalid marzuki,2004:76).
Gerakan memendang / tendangan pada gaya dada menghasilkan dorongan dan gerakan maju yang lebih dibandingkan dengan gaya-gaya yang lain. Gerakannya adalah tumit mendekati pantat dan lutut ditekuk. Sangat penting untuk membawa tumit mendekati pantat, meninggalkan garis paha dan pusar, dari pada menarik lutut kebawah tubuh. Kaki di putar keluar, jari-jari kaki berputar kearah luar sejauh mungkin. Gerakan tendangan adalah kebelakang, turun, membulat dan menekan, dorongan yang bagus dapat dihasilkan dari lebar dan sempitnya tendangan, dan bergantung kepada bagian dari konstruksi fisik dan kekuatan individu (Chalid marzuki,2004:76). Konstruksi fisik yang dimaksud berupa kemampuan otot tungkai dalam melakukan tendangan, yang erat kaitannya dengan daya ledak otot tungkai.
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya ledak otot tungkai.

Menurut syafrudin (1996) mengemukakan bahwa faktor yang mempengarui otot tungkai adalah
• Kekuatan otot
• Kecepatan kontarksi otot
• Panjangnya otot pada waktu kontraksi

Kekeuatan otot
kekuatan otot adalah tenaga, gaya atau ketegangan yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi dengan beban maksimal.
Jadi semakin besar gaya/tenaga yang dihasilkan otot saat kontraksi maka semakin besar daya ledak otot tersebut seperti halnya daya ledak otot tungkai.

Kecepatan kontraksi otot


Gambar 1. Terjadinya proses kontraksi pada otot.
Proses terjadinya kontarksi pada otot dikarnakan adanya ransangan dari yang menyebabkan aktif nya filamen aktin dan filamen myosin. Semakin cepat ransangan yang diterima dan semakin cepat reaksi yang diberikan oleh kedua filamen tersebut maka kontrasi otot menjadi lebih cepat, sehingga daya ledak yang dihasilkan kerena penggabungan kecepatan dan kekuatan tersebut menjadi bebih besar.
Panjangnya otot
Panjangnya otot akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan otot, dengan jauhnya jarak antara tendon dengan insersio otot, maka semakin banyak serabut otot yang berkontraksi sehingga kekuatan dan kecepatan otot menjadi lebih baik dibanding dengan orang yang memiliki otot yang pendek.
Cara meningkatkan daya ledak otot tungkai
Banyak cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan daya ledak otot tungkai.
Salah satunya dengan Maxex training
Maxex training adalah metode baru yang mengkombinasikan kerja
maksimal dengan latihan untuk menghasilkan daya ledak. Metode latihan ini
harus dilakukan dengan hati-hati, dengan berbagai macam variasi dan bertahap.
yaitu
1. Tahap pertama memberi beban pada pundak, berdiri dan lakukan setengah jongkok. Lakukan 2 x 10 pengulangan
2. Tahap kedua, dengan cara yang sama, namun melakukan lompatan.
3. Tahap ketiga, dengan turun naik kotak.( masih dengan beban yang sama)
Dengan melakukan latihan 3x seminggu dalam 3 bulan sudah menunjukan hasil yang signifikan(Johansyah:2007)



F.Kesimpulan
• Olahraga renang khususnya gaya dada 50 m sangat membutuhkan daya ledak otot tungkai.
• Daya ledak otot tungkai dipengruhi oleh beberapa faktor yaitu kekuatan otot, kecepatan kontarksi otot, panjangnya otot pada waktu kontraksi.
• Daya ledak otot tungkai dapat ditingkatkan dengan metode latihan Maxex.
G. Saran
Dikarnakan daya ledak otot tungkai dapat mempengarui kecepatan renang 50 m, disaran kepada pelatih dan atlet renang khusus nya 50 m gaya dada untuk dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai dengan metode latihan Maxex, sehingga diharapkan prestasinya menjadi lebih baik.

H. Sumber

Arsil. 1999. Pedoman Pembinaan Kondisi Fisik. Padang : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP

Bafirman & Agus, Apri. 2008. Pembentukan Kondisi Fisik. Padang: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP.

Gusril. 2008. Metodologi Penelitian. Padang : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP.

Marzuki, Chalid. 2004. Sain Dalam Kepelatihan Renang. Padang : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Surjadji. 1996. Ketahuilah Tingkat Kesegaran Jasmani Anda, Jakarta : Pusat Kesegaran Jsmani dan Rekreasi Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar